Yang Unik dan Baru di Banjarbaru

Catatan Aap

Jika rekan-rekan melewati Banjarbaru tepatnya di Loktabat sekitar km 33, jangan lupa perhatikan disana ada hal baru. Anda akan melihat sebuah jalan yang dicat warna merah dan di kanan kiri bahu jalannya ditemukan rambu lalu lintas dengan jumlah terbanyak di kota ini, yaitu masing-masing 7 buah sehingga total ada 14 buah. Rambu itu digunakan sebagai peringatan agar para pengendara kendaraan bermotor berhati-hati melewati jalan tersebut karena ada sebuah sekolah dasar disana. Jadi dari tanda seru (hati-hati), tanda batas kecepatan, tanda tempat penyeberangan ada disana. Dan kalau nanti disemua sekolah yang ada tepat dipinggir jalan utama Kota Banjarbaru ini dilakukan hal sama, dijamin akan banyak lagi kita temui hal yang demikian. Karena di Banjarbaru banyak juga sekolah yang memiliki posisi yang sama dengan sekolah tersebut.

4 Comments

Si Tukang Kayu dan Rumahnya

Catatan Aap

tukang kayu

tukang kayu

Seorang tukang kayu bermaksud pensiun dari pekerjaannya disebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati masa tuanya dengan penuh kedamaian bersama isterinya dan keluarganya. Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya.

Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. “Ini adalah rumahmu” katanya”, hadiah dari kami.”

Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal disebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup didalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri.

Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.

Renungkanlah bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkan rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Biar pun kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan. Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi.

Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hari perhitungan adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan kemenangan.

(Adapted from “The Builder” Unknown)

Hidup adalah proyek yang kau kerjakan sendiri.

Cerita ini kutulis kembali dari sebuah kertas yang sudah bertahun-tahun kusimpan pemberian saudaraku agar aku dapat mengambil hikmah dari cerita ini. Dan sekarang aku pun ingin membaginya buat rekan-rekan semua.

No Comments

Ternyata Banjarbaru Itu Luas

Catatan Aap

Mengitari Banjarbaru mungkin kita akan merasa luas wilayah Banjarbaru itu begitu sempit dibanding dengan Kabupaten/kota lain Luas wilayah Kota Banjarbaru  371,30 km2 (37.130 ha), jarak pintu gerbang Kota Banjarbaru diperbatasan dengan Kabupaten lainnya sangatlah dekat dari pusat kota, mungkin hanya membutuhkan 20 menit menuju Batas terjauh di daerah Bati-Bati yang berbatasan dengan Kabupaten Tanah Laut.

Namun, beberapa waktu lalu aku berkesempatan diajak dengan rombongan kantor meninjau beberapa lokasi pekerjaan fisik yang ada di Kota Banjarabaru. yang pertama dikunjungi adalah pembuatan bangunan irigasi tabat lipas yang berada di kelurahan Guntung Manggis, menuju kesana jalan yang dilalui hanya jalan yang berpasir. Sesampainya disana pembangunan irigasi tersebut dipergunakan para petani bertani dan sebagian lagi menggunakannya untuk berkebun jeruk. Yang kulihat disana adalah hamparan/daerah terbuka yang sangat luas…dalam hati aku berkata…Ternyata Banjarbaru sangat luas..!

Beranjak dari lokasi tersebut, kami kembali menuju kelokasi pekerjaan jalan usaha tani di daerah Kecamatan Landasan Ulin Barat dan Landasan Ulin Tengah. Untuk menuju lokasi melalui daerah Liang Anggang Kota Banjarbaru, jalan yang dilalui sangat berat apalagi saat itu hujan sedang turun sehingga banyak kubangan air yang membuat supir ekstra hati-hati, disepanjang jalan banyak sekali bekas galian pasir dan batu putih yang menjadi danau-danau kecil serta juga kami menemui para pendulang intan yang sedang mencari keberuntungan. Sesampainya dilokasi harus berjalan kaki dan disana kembali aku melihat betapa luas Banjarbaru karena sejauh mata memandang adalah hamparan pohon-pohon galam walau tidak begitu banyak lagi yang berukuran besar…dalam hati aku berkata…Ternyata Banjarbaru sangat luas..!

Kemudian beranjak lagi kelokasi pembuatan jalan usaha tani di daerah Kelurahan Guntung Payung, berdekatan dengan jalan lingkar utara Kota Banjarbaru yang menghubungkan dengan Bandara Syamsudin Noor. Disini banyak sekali terdapat para petani yang menggunakan lahannya untuk bertanam sayuran dan masih sangat luas arealnya….. dalam hati aku berkata..Ternyata Banjarbaru sangat luas…!

Mungkin selama ini kita menganggap Banjarbaru itu kecil.  Namun diperlukan waktu yang lama untuk menghabiskan areal Banjarbaru ini. Wajar sajalah jika sekarang Banjarbaru semakin berkembang, semakin banyak usaha yang dapat dilakukan disini. Baik untuk perumahan maupun pertokoan, industri dan lain sebagainya.

Semoga saja, dalam perkembangannya masalah tata kota selalu diperhatikan oleh para pemimpin baik sekarang dan masa akan datang.

7 Comments

Mobil Tua dilarang Gunakan BBM Bersubsidi

Catatan Aap

Demikian berita di salah satu media cetak harian lokal, Pemerintah sedang merencanakan salah satu opsi selain penggunaan kartu pintar, juga dengan pelarangan penggunaan bbm bersubsidi bagi mobil keluaran tahun 2000 kebawah. Jika hal ini diberlakukann tentu akan mengurangi volume/jumlah kendaraan roda empat yang ada di negeri ini

Namun bila hal ini dilakukan apakah penggunaan bbm bersubsidi akan tepat Sasaran ? Apakah benar penggunaan bbm tersebut akan dinikmati oleh masyarakat kelas kebawah. Apakah tidak sebaliknya, yang menikmati adalah orang-orang berpunya (kaya) yang memiliki mobil keluaran terbaru yang tentunya tidak bisa dibeli oleh masyarakat kelas menengah/bawah dengan harga yang mahal.

Disatu sisi pembatasan itu mungkin dapat mengurangi kemacetan lalu lintas dan polusi udara, namun tidak semua mobil keluaran dibawah tahun 2000 menyebabkan hal itu. Mungkin Indonesia mau meniru negara tetangga kita Singapura yang katanya mobil disana dibatasi usianya hanya 5 Tahun. Tidaklah masalah jika sarana angkutan massa (umum) dapat berjalan dengan baik, akan tetapi di Indonesia dengan keadaan geografis yang ada dan luas sangatlah sukar untuk dapat mewujudkan hal demikian.

Pembatasan tersebut juga pasti akan menimbulkan kecemburuan yang semakin besar, kenapa pembatasan tidak dilakukan terhadap mobil-mobil mewah yang harganya selangit dan pembatasan kepemilikan mobil bagi sebuah keluarga. Karena banyak sekali kita temui orang-orang kaya memiliki jumlah mobilnya lebih banyak daripada jumlah anggota keluarganya.

Seperti yang kita lihat, banyak mobil-mobil berusia tua juga digunakan masyarakat kita untuk berusaha, baik sebagai angkutan umum atau sebagai mobil pengangkut barang, berjualan dan sebagainya. Jika pembatasan ini dilakukan apakah pemerintah dapat mencarikan solusi terbaik untuk mereka. Jelas sangat berat untuk membeli sebuah mobil keluaran tahun 2000 keatas…(jangan-jangan malah kehabisan modal buat berusaha).

Mudah-mudahan hal ini masih berupa wacana dan pemerintah dapat mencari jalan terbaik sehingga tidak ada masyarakat yang merasa dirugikan.

No Comments

Tragedi Durian

Catatan Aap

Musim durian telah tiba, dimana-mana sekarang mudah mendapatkan orang yang berjualan durian.
Mengingat durian aku terkenang beberapa tahun yang lalu saat aku, Fuad, Awi, Yusuf dan tentunya Pakacil sedang kumpul-kumpul disiang hari. Kebetulan waktu itu sedang bulan puasa, entah siap yang memulai tercetuslah ide untuk mencari durian murah buat disantap malam harinya.

Beberapa pertimbangan tempat mencari durian dikeluarkan, mulai daerah cempaka, mandi angin dan sungai elang (kalo ngga salah) di Karang Intan, akhirnya terpilihah sungai elang sebagai daerah tujuan. Dengan mengendaraai mobil toyota starlet Fuad kami berangkat menuju kesana, lumayan sejuk apalagi puasa. Sesampai disana setelah melihat beberapa alternatif orang yang berjualan durian didepan rumahnya maka terjadilah proses tawar-menawar. Dengan harga yang murah penjual menawarkan seluruh durian yang dijualnya (mungkin sekitar 30 biji) dengan harha yang murah (lupa nih..kira2 kurang lebih Rp. 150 rupiah). Deal…durian terbeli.

Senang…punya durian banyak..tapi sepanjang jalan..hmm..mabuk bau durian kemana-mana didalam mobil. Entah siapa yang memulai ide tercetus lagi ide untuk menjual durian ini, dengan alasan jumlah yang terlalu banyak tidak sanggup menghabiskannya.

Akhirnya terjadi kesepakatan kita berjualan durian di Pasar Wadai Banjarbaru. Setelah menyiapkan peralatan seadanya pisau dan tali rapia serat tikar buat menggelar dagangan berangkatlah kumpulan cowok yang ganteng ini (Maunya gitu..!) kepasar wadai. Proses selanjutnya mencari izin berjualan, dengan membayar retribusi kami diizinkan berjualan dan mobil langsung dimasukkan kedalam areal Pasar Wadai.

Mulailah berjualan…” ..Durian-Durian ..! Murah Bu… Kalau dijadikan mantu juga mau Bu..(ketika si Ibu datang dengan anaknya yang manis…kata seorang teman ketika si ibu menawar murah duriannya) ,berbagai macam cara menawarkan yang lucu..membuat orang melihat kami..(Bingung ngapain anak-anak ini jualan durian ..). Durian laku terjual ..kesulitan lagi cara mengikatnya..beruntung salah seorang teman sudah pengalaman di pramuka ..suka  bermain dengan berbagai macam simpul. Akhirnya durian terjual..setengah mungkin lebih dan tibalah waktu buka puasa di pasar wadai..Kami berbuka disana dengan durian dan sate (Sistem barter aja..He..he). Sisanya dibawa kerumah dan disantap bersama-sama.

Keesokan harinya aku mendapat kabar …(Pakacil Lebih tau ceritanya).  Saat ke Banjarmasin, Fuad, Awi dan Pakacil mendapatkan kejadian yang  menegangkan…Fuad tiba-tiba sesak napas diperjalan pulang menuju ke Banjarbaru. Pertama dikira bercanda..ternyata beneran..panik…(tentunya.) Akhirnya secepatnya kembali arah ke Banjarmasin menuju RSUD Ulin..Bagian Gawat Darurat.. Dan Fuad dirawat inap beberapa hari dibagian ICU gara-gara makan durian terlalu banyak. Malam itu juga aku dan adikku ke Banjarmasin melihat keadaannya yang tergolek lemah dengan peralatan yang menempel didada ..Wah..Durian..kau buat temanku jadi begini.

Sekarang..Durian sudah banyak dijual..sepertinya beberapa dari kami tidak begitu tertarik lagi memakannya terlalu banyak…(takut…) selain itu juga sudah cukup puas rasanya satu hari merasakan menjadi penjual durian.

4 Comments
« Older Posts