
December 22, 2008
1. Sedia Payung dan Jas Hujan
Sediakan payung atau jas hujan bila berpergian, sehingga bila hujan datang anda aman dari kebasahan. Bila belum punya disarankan membeli atau kalau kepepet pinjam punya kawan…asal jangan nyolong atau pinjam tanpa pesan.
2. Berangkat dan Pulang Lebih Cepat
Bila awan hujan sudah datang usahakan untuk berangkat lebih cepat sehingga sebelum hujan bisa sampai ditujuan baik untuk kerja, kuliah atau tujuan lain. Namun tidak disarankan bagi yang sedang bekerja atau kuliah untuk pulang lebih awal, karena dijamin anda akan kena marah atasan atau dosen anda. Pulang lebih cepat disarankan buat yang tidak terikat dengan aturan.
3. Nebeng Sama Teman, Keluarga atau Pacar
Bila anda memiliki teman, keluarga atau pacar yang memiliki kendaraan roda empat bila tidak keberatan minta tolong jemput. Dijamin hujan tidak akan membasahi anda. Asal jangan minta tolong antar dari Banjarbaru ke Banjarmasin saja atau tujuan yang jauh…di jamin pasti di Tolak
4. Panggil Pawang Hujan
Cara ini masih banyak dilakukan terutama apabila sedang mengadakan hajatan atau kegiatan besar sering kali didatangkan pawang hujan buat mengalihkan atau menunda hujan. Seorang teman pernah menceritakan sebuah acara yang akan dihadiri oleh pejabat tinggi dari pusat panitia mendatangkan sampai 3 orang pawang hujan, namun ternyata hujan tetap datang dengan lebatnya dan sang pawang pun lari menghidari hujan.
5. Santai Aja dirumah
Cara ini paling ampuh diantara yang lainnya, karena anda tidak akan kebasahan kecuali rumah kebocoran atau kebanjiran. Tinggal tunggu hujan berhenti, dengan beraktivitas dirumah atau kembali melanjutkan tidur anda. Namun seperti saran no. 2 tidak disarankan bagi karyawan atau yang sedang kuliah melakukan hal ini. Karena apabila anda melakukannya dijamin akan selalu datang terlambat dan terlalu banyak absen ketidakhadiran…maklum ini sedang puncak musim hujan sehingga curah hujan sangat tinggi dan terjadi setiap hari.

December 18, 2008
Matahari mulai bersinar meski masih malu-malu siang ini.
Semoga hujan ngga turun dulu agar :
1. Bisa pulang kantor tanpa hujan-hujanan
2. Bisa nyuci sepeda motor yang kotor seperti datang off road
3. Bisa mengeringkan pakaian yang baru dicuci isteri tadi pagi
4. Bisa ngajak anak jalan di Murjani sambil makan pentol goreng
5. Isi masing-masing saja sesuai dengan harapan hari ini.
Jadi selamat siang buat rekan-rekan semua.

December 18, 2008
Hujan yang terus melanda Banjarbaru dan sekitarnya selama seminggu ini membuat kenangan kembali ke masa beberapa tahun yang lalu.
Suatu malam aku diajak dan sohib pergi makan ayam goreng lalapan didepan BNI 45 Banjarbaru, seperti biasa kami pergi diatas jam 10 malam. Warung lalapan tersebut adalah tempat idola kami. Sedang asik menikmati makan tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya membuat kawasan disekitar itu menjadi kebanjiran termasuk jalan raya dan tempat kami makan. Sungguh hal yang mengherankan kejadian ini terus berlanjut hingga sekarang apabila hujan lebat selalu banjir pada daerah ini.
Hujan turun semakin lebat, akhirnya kaki pun terpaksa naik keatas kursi karena air semakin tinggi, mobil yang lewat didepan jalan pun semakin berhati-hati karena bisa mogok kalau sampai kemasukan air. Selama sekitar 1 jam hujan ditunggu belum juga reda, akhirnya diputuskan kami pulang kerumah karena hari semakin larut. Dengan perlahan sepeda motor digeber menyusuri jalan yang penuh dengan air.
Sesampainya dirumah..kami berdua bingung kenapa pintu rumah terbuka padahal sudah jam 12.30 malam. Ternyata rumahku mengalami Banjir Lokal karena tidak ada satupun rumah yang lain kebanjiran padahal rumahku berada ditempat yang tinggi. Ternyata baniir tersebut disebabkan dibangunnya tembok pemisah antara rumahku dengan perumahan sebuah dinas provinsi sehingga membuat aliran air yang biasanya terus kebawah menjadi berbelok masuk kedalam rumah melalui saluran pembuangan.
Kerja keras malam itu dilakukan, karena air masuk keseluruh rumah, mulai dari dapur terus keruang makan, kamar tidur dan terakhir sang air mengucapkan salam pulang lewat ruang tamu.
Syukurlah sekarang hal itu tidak terjadi lagi, walau pernah namun tidak separah kejadian itu, karena sudah dibikinkan tembok penghalang dibelakang rumah walau masih harus waspada karena apabila debit hujan deras Banjir Lokal bisa terulang lagi.

December 16, 2008
Hari Sabtu yang lalu aku menuju Bandara Syamsudinoor Banjarbaru. Sebagai gerbang kedatangan dan keberangkatan Kalimantan Selatan maka letak Landasan Ulin sangat strategi. Namun pemandangan yang tidak mengenakkan justru terlihat, dipinggir jalan depan pintu gerbang seberang Tugu Pesawat tempur ada seorang perempuan yang berdiri dan berjoget dan yang lebih heboh lagi (Maaf) cuma menggunakan sarung tanpa baju. Dan kejadian itu pernah juga aku lihat sebelumnya ditempat yang sama.
Dalam benak aku berpikir, bagaimana tanggapan orang yang baru datang menuju Kalimantan Selatan, sudah disuguhi pemandangan yang demikian..? Kecuali memang mereka cuek aja karena banyak saja terjadi hal yang demikian. Namun bagiku hal tersebut sangatlah menggangu.
Sudah sewajarnya dinas/instansi yang terkait untuk selalu bertindak karena hal tersebut sering kali ada dihadapan kita. Mereka mungkin orang yang tidak beruntung, namun ketahuilah walau tanpa bantuan siapa saja mereka dapat bertahan hidup. Mereka diberikan kesehatan yang lebih dibandingkan yang lainnya. Beberapa waktu aku pernah melihat seorang laki-laki mengais sisa-sisa makanan ditempat TPA sebuah rumah sakit dan kemudian memakannya dengan santai. Seringkali aku melihat mereka hanya berdiri didepan sebuah warung dan sang penjual akan mengerti mereka meminta makan, barulah setelah diberikan bungkusan makanan dan air dia akan berlalu. Bahkan pernah aku ke tanah laut melihat seorang laki-laki yang sering kulihat di Banjarbaru sedang berjalan kaki disana, yang membuat aku bingung keesokan harinya dia sudah berada lagi di Banjarbaru.
Tanggung jawab pemerintah tentu sangat diharapkan disamping masyarakat dan keluarga. Namun kebanyakan dari mereka biasanya sebatang kara atau bahkan diasingkan dari keluarganya. Sehingga sudah sewajarnya pihak-pihak yang berwenang dapat mencarikan jalan yang terbaik untuk menangani hal yang demikian.

December 15, 2008
Paman Surya ..begitu namanya..Aku sudah lama mengenalnya. Dulu semasa masih kuliah dia adalah pedagang bakso keliling yang membawa membawakan gerobak tersebut guna mendapatkan persen dari hasil penjualan. Setiap malam paman Surya datang ke tempat aku dan kawan-kawan berkumpul, tepat dipertigaan jalan di dekat rumah kami. Waktu dihabiskan disini hingga larut malam maklum sebagai persinggahan terakhir sebelum pulang kerumah dengan bercanda bersama teman-temanku, bahkan bisa ngebon…he…he.
Itu dulu..beberapa waktu berjalan Paman Surya sekarang beralih profesi dari ilmu yang didapatkannya berjualan bakso sekarang Paman Surya menjadi Juragan Pentol keliling, walau jumlah gerobaknya masih 4 buah namun beliau selalu bersemangat untuk mengembangkan usahannya. Sekarang gerobak pentol Surya sering mangkal di Lapangan Murjani dan rencananya akan menambah 2 -3 buah gerobak pentol bakso lagi. Maklum keuntungan berjualan pentol bakso ini lebih besar dibandingkan berjualan bakso.
Dan masih seperti yang dulu Paman Surya selalu mampir kerumah untuk menjual Pentol Bakso.
Lain lagi dengan yang satu ini..
Aku tidak pernah bertanya namanya…namun kami sering menyebutnya Acil..beliau dulu sering datang kerumah hanya untuk meminta-minta sesuatu entah itu baju bekas atau barang lainnya ..kalau tidak ada… yang mentahnya saja sebutnya.
Sering aku bertanya kenapa tidak berusaha…Beliau juga pernah meminta modal ala kadarnya…untuk berusaha..katanya buat jualan jagung rebus, pernah suatu waktu aku coba bantu. Seminggu…tidak pernah datang..sebulan juga tidak datang..akhirnya dibulan ketiga datang dan kembali berprofesi yang sama kembali.
Kali ini aku tidak mau lagi memberi .. cuma aku pernah memberi gambaran kenapa tidak berusaha lagi. Akhirnya lama tidak terilihat si Acil datang kerumah berjualan buah mangga, walau lebih mahal ya aku beli saja..karena aku lebih menghargai usahanya…Kemudian datang lagi beliau berjualan ikan kering, begitu seterusnya dagangannya selalu bergantian…terakhir kerumah beliau datang kerumah menjual rambutan..Aku cuma berharap semoga usahanya sukses saja dan betah sehingga tidak kembali seperti semula.
Mudah-mudahan mereka tidak pernah berhenti berusaha…..
Teruslah berusaha..daripada diam dan tidak menghasilkan apa- apa.